Pages - Menu

Friday, September 4, 2015

KUMPULAN KATA KATA BIJAK KRISTEN

               Semakin tua, semakin aku menyadari dampak dari sikapku terhadap diriku sendiri. Sikap, menurutku, lebih penting daripada fakta, lebih penting daripada masa lalu, daripada pendidikan, daripada uang, daripada lingkungan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apa yang orang lain pikirkan, katakan, atau lakukan, lebih penting daripada penampilan, hadiah, ataupun keterampilan. Sikaplah yang membangun atau menghancurkan perusahaan, rumah ibadah, ataupun rumah. Ketika aku berpikir negatif pada seseorang...tanpa sadar... -aku telah menghakimi orang itu...
-menganggap aku lebih baik/sempurna(sombong). Ketika mimpi besar di depan mata...
Iman yang kecil bilang: Tuhan bisa melakukannya.
Iman yang besar bilang: Tuhan akan melakukannya.
Tapi iman yang dahsyat bilang: Sudah dilakukan! Penyesalan sehari bila masak nasi menjadi bubur, penyesalan sebulan bila salah potong rambut, penyesalan setahun bila tidak lulus, penyesalan seumur hidup bila salah pilih pasangan hidup, penyesalan selamanya bila salah pilih JURU SELAMAT. Maka janganlah pindah ke iman yang lain selain Tuhan Yesus.
            Di dalam hidup ini kita akan banyak menemui kegagalan karena itulah yang namanya hidup...
Namun, dari kegagalan itu kita dapat belajar terus untuk memperoleh keberhasilan...Orang yang gagal adalah orang yang takut dan tidak pernah mencoba untuk melakukan segala sesuatu karena takut akan kegagalan itu sendiri...Burung-burung masih dapat bernyanyi walaupun diatas dahan tang kering. Hai orang percaya, apakah engkau tidak dapat berbuat yang sama ? Dengan iman yang teguh sebagai mereka yang berada di tepi laut Syria mendengarkan panggilan Bapa; Biarlah kita seperti mereka tanpa bertutur sepatah kata bangkit dan mengikut Dia saja. Berhati-hatilah agar engkau tidak putus asa terhadap dirimu sendiri, engkau diperintah untuk percaya kepada Tuhan bukan kepada dirimu sendiri.
       Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya. Jika Anda dihadapkan pada dua pilihan berikut, mana yang menjadi pilihan Anda? Anda memilih menikah dengan orang yang Anda cintai tetapi tidak mencintai Anda atau orang yang tidak Anda cintai tetapi mencintai Anda? Pilihan yang sulit bukan? Idealnya sih, kita pasti memilih menikah dengan orang yang...Sering kali kita terlalu sibuk menambah masalah-masalah baru sehingga kita lupa menghitung berkat-berkat yang kita peroleh. Sukacita adalah payung yang menjaga kita saat menghadapi hari-hari yang berhujan dalam perjalanan hidup kita.

Monday, March 23, 2015

Manusia Berbudaya



1. Definisi
Budaya? Mungkin kata itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Budaya sering dihubungkan dengan sesuatu yang khas dan mengandung arti yang dalam. Bila kita telaah lebih jauh dalam kata budaya terdapat kata “daya” yang bisa diartikan sebagai sebuah tindakan atau usaha dalam melakukan sesuatu. Apalagi dalam negara kita yaitu Indonesia yang kaya akan budaya tentu akan menggerakkan banyak aktivitas yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut. Budaya sendiri dapat menghasilkan beragam hal yang menarik, ditambah lagi bila itu dilakukan oleh suatu makhluk hidup terutama kita sebagai manusia pasti akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Namun, terkadang kita sering tidak mengerti arti budaya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari. Budaya sering disalah artikan oleh manusia sehingga menimbulkan hal- hal yang tidak baik. Gila akan budaya yang ada juga berdampak buruk satu sama lain dalam bersosialisasi. Untuk dapat memahami dengan lebih mudah, mungkin budaya bisa memiliki arti yang hampir sama dengan adat. Mengapa saya dapat berpikir seperti itu? Karena adat dan budaya sama- sama memiliki hal yang tidak biasa dan beragam di dalam nya. Agar kita dapat mengerti itu semua mari kita mencari tau hal mendasar dari budaya tersebut. Menurut Wikipedia, Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Budaya itu sebenarnya kompleks dan memiliki arti ganda sesuai dari sudut pandang mana kita mengartikannya. Bila budaya berkaitan dengan budi dan akal manusia tentu itu akan mempengaruhi sikap dan pola hidup manusia yang menganut budaya tersebut. Jadi, manusia berbudaya bisa diartikan sebagai manusia yang mempunyai akal budi, pekerti yang memiliki etika dan sesuatu yang dianut juga dipercaya sebagai sesuatu yang berpengaruh dan menghasilkan hal- hal nyata dalam kehidupan bermasyarakat yang tentu nya harus disesuaikan dengan nilai- nilai yang ada. Manusia berbudaya juga harus memiliki kesadaran yang tinggi juga rasa bertanggungjawab atas setiap perbuatannya.

2. Peranan
Seberapa penting kah menjadi manusia berbudaya itu? Mengapa kita harus menjadi manusia berbudaya? Menurut saya, ada beberapa alasan yang mendasari manusia berbudaya, yaitu :
a) Kita membutuhkan orang lain juga mempunyai kehidupan sosial yang membutuhkan interaksi antar manusia.
Bila kita tidak berbudaya kita akan mendapatkan hal- hal yang buruk juga seperti tidak sewajarnya yaitu tidak mempunyai aturan. Padahal sebagai manusia yang jelas memiliki akal budi kita mengerti betul bagaimana melakukan hal yang baik dan buruk. Namun, satu hal yang membuat kita lupa akan semua itu yaitu rasa peduli yang rendah seperti pemikiran bahwa kita berada di posisi yang lebih tinggi dari orang lain juga merasa tidak membutuhkan orang lain.
b) Kita bertanggung jawab kepada Tuhan atas apa yang sudah diberikan.
Manusia adalah makhluk satu- satu nya yang berbeda dari yang lain nya yaitu mempunyai akal budi. Tentu kita juga harus menganut nilai- nilai yang benar dalam berbudaya.
c) Kita harus menjadi manusia berbudaya karena kita menghargai diri kita sendiri dan atas semua yang sudah kita miliki.
Dengan berbudaya, kita memiliki etika atau karakter yang khas dan baik dalam kehidupan bermasyarakat sehingga kita juga bisa menjadi pribadi yang bernilai dan tidak menyusahkan orang lain di sekitar kita. Dengan menghargai diri sendiri kita bisa lebih berkarya atau berbudaya memancarkan hal- hal yang benar. Menghargai hal- hal sederhana juga dapat menjadi salah satu bagian dari penting nya menimbulkan rasa yang lebih dari berbudaya. Bila, kita tidak berbudaya juga kita tidak akan mendapatkan penghargaan yang lebih dari sekitar.
d) Berbudaya itu penting karena sebagai arahan hidup dalam kehidupan.
Hidup menjadi lebih teratur dengan pola- pola dan tata cara aturan yang sesuai. Apalagi, kita harus menyesuaikan dengan kebudayaan Indonesia yang beragam. Terlebih lagi, ini juga dapat mewakili sebagai cerminan dari negara kita sendiri dan wujud cinta terhadap tanah air. Kita juga menjadi lebih terarah bagaimana harus bersikap, dll. Di sisi lain, bila manusia tidak berbudaya akan mejadikan tata kehidupan yang tidak ada aturan, semua akan menjadi kacau balau tanpa pemikiran lebih lanjut untuk mengembangkan hal – hal yang ada. 

3. Aplikasi
            Setelah mengetahui definisi dan seberapa pentingnya menjadi manusia berbudaya itu, lalu bagaimana pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari- hari? Sebenarnya pengembangan budaya dapat dilakukan dalam berbagai bidang. Bagaimana menjadi manusia berbudaya itu sendiri sebenarnya dapat kita lihat dari pancasila negara kita seperti yang kita tahu terdapat unsur agama, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Secara lebih detail dapat saya jelaskan menjadi sebagai berikut:
1. Unsur Agama
    “Ketuhanan yang Maha Esa.” Dalam beragama kita mempunya suatu aturan dan nilai nilai tertentu. Apalagi dalam negara Indonesia yang majemuk ini terdapat berbagai agama. Mempunyai agama dan menjalankan nya dengan hikmat saja sudah termasuk menjadi manusia yang berbudaya. Ditambah lagi bila kita dapat memahami agama itu sendiri secara lebih mendalam. Setiap agama pasti mengajarkan hal- hal yang baik. Unsur agama adalah hal yang mendasar dalam melakukan segala sesuatu nya. Kita dapat belajar bahwa semua yang kita dapat berasal dari Tuhan, kita percaya bahwa di bumi ini adalah punya Tuhan dalam mengembangkannya kita perlu taat dan setia kepada- Nya apabila kita ingin melaksanakan hal selanjutnya di mana kita juga dapat mengetahui yang jahat dan yang baik, membantu sesama manusia, juga memelihara ciptaan Tuhan yang lain merupakan tanggungjawab yang sudah dititipkan kepada manusia. Menghormati perbedaan agama satu sama lain juga termasuk hal- hal sederhana dalam menunjukkan bahwa manusia berbudaya. Mempunyai kepercayaan yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran- ajaran sesat ataupun hal- hal yang membinasakan lainnya juga mewakili sikap sebagai manusia berbudaya. Seperti kasus yang beredar bahwa ISIS semakin marak dalam melakukan pergerakannya, kita harus menjadi manusia berbudaya yang menganut agama yang kuat agar tidak terbujuk oleh apapun embel- embel nya yang membuat kita goyah dalam beragama. ISIS sebenarnya adalah manusia berbudaya dalam unsur agama namun agak berlebihan jadi menimbulkan hal- hal yang mengerikan dan mereka tidak menganut unsur- unsur lainnya dalam berbudaya. Hal ini juga akan berpengaruh dalam sikap kita, dll yang akan dibahas pada unsur selanjutnya.
2. Unsur Kemanusiaan
    “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Dalam berbudaya kita harus mempunyai nilai kemanusiaan agar bisa menoleransi sekitar. Menghargai perbedaan yang ada, tidak memandang suku rasa tau agama yang dianut menjadi salah satu contoh manusia berbudaya dalam unsur kemanusiaan. Kita juga dapat melakukan bakti sosial untuk membantu orang- orang yang membutuhkan, tidak semena mena terhadap orang lain, menghormati orang lain dan berkerjasama dengan orang lain sehingga dapat membentuk suatu kesatuan yang akan dibahas dalam unsur selanjutnya.
3. Unsur Persatuan
    “Persatuan Indonesia.” Contoh sederhana dalam unsur ini adalah dengan mencintai negara kita sendiri. Dengan mencintai produk lokal dan membeli nya merupakan salah satu wujud apresiasi terhadap karya bangsa. Mengembangkan kemampuan yang ada untuk kepentingan negara juga dapat merupakan manusia berbudaya dalam mengembangkan unsur persatuan. Contoh : sebagai mahasiwa/i di jurusan sistem informasi kita dapat belajar banyak tentang teknologi dan informasi yang kelaknya diharapkan dapat menciptakan dan mengelola informasi dengan program guna melengkapi fasilitas dan kebutuhan lebih lanjut dalam perkembangan teknologi kini. Tidak lupa juga kita harus melaksanakannya dengan nilai- nilai yang bermoral jadi kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah kita perbuat. Dalam bersosialisasi dalam kelas maupun ruang lingkup kampus pun dapat menciptakan satu kesatuan untuk dapat mengeksplor diri dan membangun komunikasi yang fleksibel. Salah satu nya dalam kampus terdapat banyak organisasi, mulai dari himpunan setiap jurusan juga BEM yang dapat lebih luas lagi kita dalam berorganisasi. Bagaimana menyatukan kesatuan dan program kerja guna mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan. Dari situ juga dapat terlihat sebagai manusia berbudaya dalam mengolah pikiran untuk melaksanannya.
4. Unsur Kerakyatan
    “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan/ Perwakilan.” Contoh : menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi, tidak egois, bertanggungjwab atas setiap kewajiban,dll. Hal ini dapat menunjukkan bahwa manusia berbudaya dengan memiliki etika dan akal budi yang ada.
5. Unsur Keadilan
     “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” Contoh : adil dalam mengambil keputusan, tidak boros juga merupakan adil dalam mengatur sistem keuangan, menghargai budaya orang lain dan dapat menyeimbangkan kewajiban apa yang harus dilakukan sebagai mahasiswa/i dalam lingkup kecil juga besar adalah adil dalam mengatur diri sendiri dalam berbudaya.



Tuesday, August 12, 2014

Awas cewek galak!!!x_x (dari kiri : Meike Nur Azizah, Onnadia Tiomauli, Laras Chintya Ranita)

Saturday, January 7, 2012

Wanna be - Spice Girls




Yo, I'll tell you what I want, what I really really want
So tell me what you want, what you really really want
I'll tell you what I want, what I really really want
So tell me what you want, what you really really want
I wanna, I wanna, I wanna, I wanna, I wanna really
Really really wanna zigazig ha

If you want my future forget my past
If you wanna get with me better make it fast
Now don't go wasting my precious time
Get your act together we could be just fine

I'll tell you what I want, what I really really want
So tell me what you want, what you really really want
I wanna, I wanna, I wanna, I wanna, I wanna really
Really really wanna zigazig ha

If you wanna be my lover, you gotta get with my friends
Make it last forever friendship never ends
If you wanna be my lover, you have got to give
Taking is too easy, but that's the way it is

What do you think about that now you know how I feel
Say you can handle my love are you for real
I won't be hasty, I'll give you a try
If you really bug me then I'll say goodbye

I'll tell you what I want, what I really really want
So tell me what you want, what you really really want
I wanna, I wanna, I wanna, I wanna, I wanna really
Really really wanna zigazig ha

If you wanna be my lover, you gotta get with my friends
Make it last forever friendship never ends
If you wanna be my lover, you have got to give
Taking is too easy, but that's the way it is

So here's a story from a to z, you wanna get with me
You gotta listen carefully
We got em in the place who likes it in your face
We got g like mc who likes it on an
Easy v doesn't come for free, she's a real lady
And as for me you'll see
Slam your body down and wind it all around
Slam your body down and wind it all around

If you wanna be my lover, you gotta get with my friends
Make it last forever friendship never ends
If you wanna be my lover, you have got to give
Taking is too easy, but that's the way it is

If you wanna be my lover, you gotta, you gotta, you gotta
You gotta, you gotta, slam, slam, slam, slam
Slam your body down and wind it all around
Slam your body down and wind it all around
Slam your body down and wind it all around
Slam your body down zigazig ah
If you wanna be my lover

Sunday, February 6, 2011

Matahari Tak terbit Pagi Ini

              Pernahkah kau merasakan sesuatu yang biasa hadir mengisi hari-harimu, tiba-tiba lenyap begitu saja. Hari-harimu pasti berubah jadi pucat pasi tanpa gairah. Saat kau hendak mengembalikan sesuatu yang hilang itu dengan sekuat daya, namun tak kunjung tergapai. Kau pasti jadi kecewa seraya menengadahkan tangan penuh harap lewat kalimat doa yang tak putus-putusnya.
             Bukankah kau jadi kehilangan kehangatan karena tak ada helai-helai sinar ultraviolet yang membuat senyumnya begitu ranum selama ini. Matahari bagimu tentu tak sekadar benda langit yang memburaikan kemilau cahaya tetapi sudah menjadi sebuah peristiwa yang menyatu dengan ragamu. Bayangkanlah bila matahari tak terbit lagi. Tidak hanya kau tapi jutaan orang kebingungan dan menebar tanya sambil merangkak hati-hati mencari liang langit, tempat matahari menyembul secara perkasa dan penuh cahaya.
            Kaulah matahari itu, bidadariku. Berhari-hari kau merekat kasih hingga tak terkoyak oleh waktu, tiba-tiba kita harus berpencar di bawah langit menuju sudut-sudut yang kosong. Kekosongan itu kita bawa melewati jejalan kesedihan. Kita harus terpisah jauh menjalani kodrat diri yang termaktub di singgasana luhl mahfudz. Semula kita begitu dekat. Lantas terpisah jauh oleh lempengan waktu.
            Kita mengisi halaman-halaman kosong kehidupan kita dengan denyut nadi. Sesudahnya, kita bertemu bagai angin mengecup pucuk-pucuk daun dan berlalu begitu mudah. Dan kita pun bertemu lagi dengan perasaan yang asing hingga kita begitu sulit memahami siapa diri kita sebenarnya.
           Di ruang kosong yang semula dipenuhi pernik cahaya matahari, kita bertatap muka penuh gairah. Di penjuru ruang kosong itu bergantungan bola-bola rindu penuh warna dan aroma. Bola-bola itu bergesekan satu dengan lain mengalirkan irama-irama lembut Beethoven atau Papavarotti. Irama itu menyayat-nyayat hati kita hingga mengukir potongan sejarah baru. Bagaikan sepasang angsa putih yang menari-nari di bawah gemerlapan cahaya langit, sejarah itu terus ditulisi berkepanjangan. Lewat ratusan kitab, laksa aksara. Namun, setiap perjalanan pasti ada ujungnya. Setiap pelayaran ada pelabuhan singgahnya. Setiap cuaca benderang niscaya ditingkahi temaram bahkan kegelapan.
          Andai sejarah boleh terus diperpanjang membawa mitos dan legendanya, maka dirimu boleh jadi termaktub pada pohon ranji sejarah itu. Boleh jadi, kau akan tampil sebagai permaisuri atau pun Tuanku Putri yang molek. Mungkin, berada di bawah bayang-bayang Engku Putri Hamidah, Puan Bulang Cahaya atau pun siapa saja yang pernah mengusung regalia kerajaan yang membesarkan marwah perempuan.
         Aku tiba-tiba jadi kehilangan sesuatu yang begitu akrab di antara kutub-kutub kosong itu. Kusebut saja, kutub rindu. Aku tak mungkin menuangkan tumpukan warna di kanvas yang penuh garis dan kata ibarat sebab lukisan agung ini tak kunjung selesai. Masih diperlukan banyak sentuhan kuas dan cairan cat warna-warni hingga lukisan ini mendekati sempurna. Kita telah menggoreskan kain kanvas kosong itu sejak mula hingga waktu jeda yang tanpa batas.
        Masih ingatkah kau bagaimana langit-langit kamar itu penuh getar dan kabar. Tiap pintu dan tingkap dipenuhi ikrar kita. Dan bola lampu temaram memburaikan janji-janji. Sebuah percintaan agung sedang dipentaskan di bawah arahan sutradara semesta. Kau membilang percik air yang berjatuhan di danau kecil di sudut pekarangan jiwa dalam kecup dan harum mawar.
        Bahkan, tubuh kita terguyuri embun yang terbang menembus kisi-kisi tingkap hingga tubuh kita jadi dingin. Malam-malam penuh mimpi dan keceriaan bagaikan sepasang angsa yang mengibas-ngibaskan bulu-bulu beningnya. Kau redupkan cahaya lampu di tiap penjuru hingga sejarah dapat dituliskan secara khidmat dan penuh makna. Kau menatap langit-langit kamar sambil membisikkan untaian puisi yang kau tulis dengan desah napasmu. Kita merecup semua getar irama percintaan itu tiada batas.
       Malam itu siapa pun tak butuh matahari. Sebab, ada bulan yang bersaksi. Kita hanya butuh setitik cahaya guna penentu arah belaka. Selebihnya sunyi menyebat kita dan tiupan angin yang melompat lewat kisi-kisi jendela yang agak terdedah. Dengan apakah kulukiskan pertemuan kita, Kekasih? Chairil sempat bertanya seketika.
       Ah, tak cukup kata memberi makna, katamu. Dan isyarat sepasang angsa yang saling menggosokkan paruh-paruhnya. Bagaikan peladang kita pun sudah pula bertanam dan menebar benih. Kelak, katamu, akan ada buah yang bakal dipetik sebagai kebulatan hati yang begitu mudah terjadi tanpa paksa dan janji.
       Dan kita pun terus saja bertanam agar daun-daun yang bertumbuh kelak dapat menangkap fotosintesa matahari. Di tiap helai daun itu bermunculan nama kita sebagai sebuah keabadian. Andai matahari tak terbit lagi saat pagi merona, kita masih menyimpan sedikit cahaya di helai-helai daun yang berguncang dihembus angin sepanjang hari.
       Sungguh, matahari tak terbit pagi ini. Bagai aku kehilangan dirimu yang berhari-hari menangkap cahaya hingga memekarkan kelopak bunga di jiwa. Percintaan ini penuh wangi dan warna. Penuh hijau daun dan kupu-kupu yang menyemai spora di mahkota bunga.
       Begitulah saat kau berada jauh kembali ke garis hidupmu, aku begitu ternganga sebab cahaya tak ada. Memang, tak pernah matahari tak terbit memeluk bumi. Tapi, bagi kita, kala berada jauh, keadaan begitu gelap dan sunyi tiba-tiba. Kita merasa begitu kehilangan. Kita merasa ada yang terenggut tanpa sengaja. Serasa ada yang tercerabut dari akar yang semula menghunjam jauh di tanah.
       Kita bagaikan orang tak punya pilihan saat berada di persimpangan tak bertanda. Syukurlah, kita tak pernah kehilangan arah tempat bertuju di perjalanan berikutnya. Hidup ini penuh gurindam dan bidal Melayu yang memagari ruang dan langkah kita menuju titik terjauh yang harus dilompati. Kata-kata yang berdesakan di bait puisi dan lirik lagu menebar wangi hari-hari.
takkan kutemui wanita seperti dirimu
takkan kudapatkan rasa cinta ini
kubayangkan bila engkau datang
kupeluk bahagia
kan daku
kuserahkan seluruh hidupku
menjadi penjaga hatiku
      Suara Ari Lasso lewat Penjaga Hati itu mengalir pelan-pelan dari tembok-tembok kegelapan yang mengepungku. Benar kata emak dulu, kita akan tahu akan makna sesuatu ketika ia telah berlalu. Apalagi berada jauh yang tak tersentuh.
Matahari tak terbit pagi ini. Begitulah kita merasakan saat diri kita berada di kutub yang berjauhan. Diperlukan garis waktu untuk mempertemukan kedua tebing kutub itu. Atau, kita harus kuat merenangi laut salju yang kental atau menyelam di bawah bongkahan es yang dingin menyengat tubuh. Begitu diperlukan segala daya untuk menemukan sesuatu
      Apa perasaanmu kini? Kau telan kesendirian itu di kejauhan sambil berharap matahari akan bercahaya segera menerangi kisi-kisi hati yang tersaput luka rindu kita. Andai kita bisa menolak gumpal awan dan menyeruakkan matahari kembali, begitulah takdir yang hendak kita bentangkan di kitab sejarah sepanjang masa. Tapi, kita akan cepat lelah. Menyeruakkan awan untuk menyembulkan garang matahari bukanlah hal yang mudah. Kita butuh sejuta tangan dan cakar untuk menaklukkan segenap awan dan matahari itu.
     Kau ingat kan, kisah Qays dan Laila atau Romeo dan Juliet yang memburaikan banyak kenangan bagi jutaan orang. Kau pun ada dalam bagian kisah yang tak pernah lekang di panas dan lapuk di hujan itu. Selalu ada manik-manik kasih mengalir di samudera kehidupan yang maha-luas ini. Meski kadangkala suaramu tersekat melempar tanya kala anugerah kasih ini terbit di ujung usia. Tak bolehkah kita mereguk kebahagiaan di sisa waktu yang masih tersedia meski semua jalan yang terbuka di depan bagai tak berujung jua. “Aku takut bila aku berubah. Tapi tak akan pernah, pangeranku,” ucapmu pelan.
    Garis panjang waktu itu mendedahkan kemungkinan-kemungkinan yang sulit diraba. Banyak ancaman yang siap mengepung kita hingga merobek tabir setia. Ya, kesetiaan tak kasat-mata. Hanya ada di bilik hati. Ingin aku menjenguk bilik hatimu setiap saat, tapi tak bisa. Pintu hati itu tak setiap waktu bisa terbuka.
Andai kau bangun esok pagi, nankan selalu matahari akan terbit seperti janji yang diucapkannya pada semesta. Di helai cahaya matahari itu selalu ada kehangatan yang meresap di keping-keping jiwamu.

                                                                                                                Karya Fakhrunnas M.A Jabbar